Rabu, 23 September 2015

Ani Idrus (Tokoh Pers Wanita)


















 * Pemaman Umum

Ani Idrus (lahir di Sawahlunto, Sumatera Barat, 25 November 1918 –
meninggal di Medan, Sumatera Utara, 9 Januari 1999 pada umur 80 tahun)
adalah seorang wartawati senior yang mendirikan Harian Waspada bersama
suaminya H. Mohamad Said pada tahun 1947.

Ani Idrus dimakamkan di Pemakaman Umum Jalan Thamrin - Medan. Terakhir
ia menjabat Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Harian Waspada dan Majalah
Dunia Wanita di Medan.

Selain berkecimpung dalam dunia jurnalistik, ia juga mendirikan dan
memimpin lembaga pendidikan yang bernaung dalam Yayasan Pendidikan
Ani Idrus.

Pada akhir hayatnya, ia juga menjabat Ketua Umum Sekolah Sepak Bola
WASPADA, Medan, Direktur PT. Prakarsa Abadi Press, Medan, dan Ketua
Yayasan Asma Cabang Sumatera Utara.


* Pendidikan

Pendidikannya dimulai di Sekolah dasar di Sawahlunto. Kemudian melanjut
ke sekolah madrasah dan mengaji di surau. Selanjutnya, tahun 1928 ia
pindah ke Medan, melanjut di Sekolah madrasah di Jalan Antara Ujung,
Medan. Setelah itu masuk Methodist English School, Meisjeskop School,
Schakel School, Mulo (Taman Siswa) & SMA sederajat.

Kemudian tahun 1962-1965 menjadi mahasiswa pada fakultas hukum UISU
Medan. Tahun 1975 sebagai mahasiswa fisipol di UISU, serta 19 Juli
1990 menyelesaikan ujian meja hijau dalam rangka memperoleh gelar
doctoranda untuk jurusan ilmu sosial politik UISU.

* Karier


















Ket :
Stamps of Indonesia, 059-04.jpg

Ia memulai profesi sebagai wartawan tahun 1930 dengan mulai menulis
di majalah Panji Pustaka Jakarta. Kemudian, tahun 1936 bekerja pada
Sinar Deli Medan sebagai pembantu pada majalah Politik Penyedar.

Selanjutnya, tahun 1938 ia menerbitkan majalah politik Seruan Kita
bersama-sama H. Moh. Said dan 1947 menerbitkan Harian Waspada juga
bersama H. Moh. Said. Dua tahun kemudian, 1949, menerbitkan majalah
'Dunia Wanita'.

Ia menjabat Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Harian Umum Nasional
'Waspada', Majalah 'Dunia Wanita' dan edisi Koran Masuk Desa
(KMD, dan Koran Masuk Sekolah) sejak tahun 1969 sampai 1999.

Pada tahun 1988 ia menerima anugrah 'Satya Penegak Pers Pancasila
dari Menteri Penerangan R.I. (H. Harmoko), di Jakarta, dimana hanya
diberikan pada 12 tokoh pers nasional. Selain itu, tahun 1990, ia
juga menerima penghargaan dari Menteri Penerangan R.I. sebagai
wartawan yang masih aktif mengabdikan diri di atas 70 thn di
Ujung Pandang.

Pada tahun 1990 ia menyampaikan makalah pada seminar Peranan Surat
Kabar Sebagai Pers Pembangunan di Daerah yang di selenggarakan oleh
FISIPOL UISU dan diikuti mahasiswa/i dari berbagai perguruan tinggi,
dengan pembanding malah Bapak H. Yoesoef Sou'yb.

Sebagai wartawati senior, ia juga ikut mendirikan dan membina
organisasi PWI. Tahun 1951 turut mendirikan organisasi P.W.I. Medan,
dan menjadi pengurus. Tahun 1953-1963, berturut-turut menjabat
sebagai Ketua PWI Kring Medan.

Tahun 1959 mendirikan 'Yayasan Balai Wartawan' Cabang Medan, dan
dipilih sebagai Ketua, selanjutnya mendirikan 'Yayasan Akademi
Pers Indonesia' (A.P.I.) dan menjabat sebagai Wakil Ketua.

Tahun 1959 ia mendapat penghargaan dari PWI Cabang Sumut/Medan
di Grand Hotel, karena telah berkecimpung dalam dunia pers selama
kurang lebih 25 tahun. Ia mengambil alih kepemimpinan di Harian
Waspada Medan tahun 1969 setelah H. Moh. Said mengundurkan diri.

Pada 1979 ia menerima piagam Pembina Penataran Tingkat Nasional dari
BP7 Jakarta. Kemudian, tahun 1984, bersamaan dengan hari Pers
Nasional menjadi anggota KPB (Kantor Perwakilan Bersama) di
Jakarta dari tujuh Surat kabar terbesar di daerah.

Ia banyak melakukan perjalanan Jurnalistik ke Luar Negeri. Tahun
1953 ia mengunjungi Jepang sebagai wartawan Waspada bersama
rombongan missi dagang 'Fact Finding' Pemerintah R.I. yang
diketuai oleh Dr Sudarsono untuk merundingkan pembayaran Pampasan
Perang. Tahun 1954 mengunjungi Republik Rakyat Tiongkok.

Tahun berikutnya, 1955 mengunjungi Belanda, Belgia, Perancis,Italia
meliputi perundingan Tunku Abdul Rahman dengan Ching Peng, pimpinan
Komunis Malaya, di Baling Malaysia. Tahun 1956 mengunjungi Amerika
Serikat, Mesir, Turki, Jepang, Hongkong, dan Thailand. Kemudian,
tahun 1961 dan 1962 mengunjungi Inggris dan Jerman Barat serta Paris.

Lalu tahun 1963 mengikuti rombongan Menteri Luar Negeri Subandrio
ke Manila, Filipina dan mengikuti perjalan Presiden R.I. ke Irian
Jaya dalam rangka penyerahan Irian Barat kepangkuan Republik Indonesia.
Selanjutnya, tahun 1976 mengikuti rombongan Adam Malik menghadiri
KTT Non-Blok di Srilangka.

Ia juga mempunyai banyak pengalaman di bidang politik. Tahun 1934
ia memasuki organisasi 'Indonesia Muda', wadah perjuangan pergerakan
pemuda, dan pernah duduk sebagai Wakil Ketua. Tahun 1937 menjadi
anggota partai 'Gerakan Rakyat Indonesia' (GERINDO) di Medan.

Kemudianj 1949, menjadi anggota 'Partai Nasional Indonesia' (PNI),
beberapa kali menjabat sebagai Ketua Penerangan, dan pernah menjadi
anggota Pleno Pusat PNI di Jakarta.

Ia juga menghadiri Kongres Wanita Pertama di Jogya. Lalu, tahun 1950,
ia mendirikan 'Front Wanita Sumatera Utara' menjabat sebagai Ketua.
Kemudian menjabat Ketua Keuangan Kongres Rakyat seluruh Sumatera
Utara, menuntut pembubaran Negara Bagian 'Negara Sumatera Timur' (NST).

Selanjutnya menjadi anggota Angkatan-45 tingkat Pusat Jakarta. Ia
juga mendirikan 'Wanita Marhaeinis' dan menjadi C.P. (Komisaris Provinsi)
'Wanita Demokrat'.

1960-1967 ia menjadi anggota DPRGR Tingkat-I Provinsi Sumatera Utara
dari Golongan Wanita. Tahun 1961 menjabat sebagai Wakil Sekretaris
Jendral 'Front Nasional Sumatera Utara' yang dibentuk Pemerintah R.I.
Tahun 1967-1970 menjadi anggota DPRGR Tingkat-I Sumatera Utara untuk
Golongan Karya (Wartawan). Selanjutnya, 1984 diangkat sebagai Penasehat
'Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia'.

Selain menggumuli dunia jurnalistik dan politik, ia juga berkecimpung
dalam dunia pendidikan. Tahun 1953 mendirikan 'Taman Indria' berlokasi
di Jl. S.M. Raja 84, Medan khusus untuk Balai Penitipan Anak, Taman
Kanak-kanak dan Sekolah Dasar.

Pada tahun itu juga sempat mendirikan Bank Pasar Wanita selama dua
tahun berkantor di Pusat Pasar 125, Medan. Tahun 1960 mendirikan
'Yayasan Pendidikan Democratic' di Medan dengan tujuan mengembangkan
dunia pendidikan dengan mendirikan: Democratic English School di
Jl. S.M. Raja 195, Medan (kemudian dibubarkan karena adanya larangan
sekolah berbahasa asing).

Kemudian ia mendirikan S.D. Swasta 'Katlia', di Jl. S.M. Raja 84,
Medan. S.D. 'Katlia' ini kemudian menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi
'Pembangunan'.

Tahun 1978 mendirikan 'Yayasan Pendidikan Democratic' dengan membuka: -
T.K., SD, SMP 'Perguruan Eria' di Jl. S.M. Raja 195. Selanjutnya, 1984
mendirikan Sekolah Pendidikan Agama Islam setingkat S.D. yaitu Madrasah
Ibtidaiyah 'Rohaniah' di Jl. Selamat Ujung Simpang Limun, serta
membangun mesjid disampingnya. Kemudian, 1987 mendirikan 'Sekolah
Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan' (STIKP) dan mendirikan 'Kursus
Komputer Komunikasi' (K-3) di Gedung Kampus STIKP.

* Karya tulis

- Buku Tahunan Wanita - 1953
- Menunaikan Ibadah Haji ke Tanah Suci - 1974
- Wanita Dulu Sekarang dan Esok - 1980
- Terbunuhnya Indira Gandhi - 1984
- Sekilas Pengalaman dalam Pers dan Organisasi PWI di Sumatera Utara - 1985
- Doa Utama dalam Islam - 1987

______________________________________________________________________________
Cat :

Tidak ada komentar :

Posting Komentar